Jangan Ciderai, dan Junjunglah Tinggi Profesi Wartawan

BANYUASIN – Wartawan adalah sebuah profesi. Untuk itu harus dijunjung tinggi dan jangan diciderai.

Itulah pesan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru saat menyampaikan sambutan pada puncak acara peringatan HPN dan HUT PWI ke 75 di Banyuasin, Kamis (24/6).

Selain harus menjunjung tinggi profesi, Herman juga berharap kepada wartawan dalam menjalankan profesinya tidak hanya memikirkan tentang materi saja, tapi juga berita yang disajikan harus mengandung edukasi .

Kondisi saat ini Kata Herman Deru, menjalani profesi wartawan lebih sulit dari sebelumnya. Dimana kesulitan saat itu hanya pada susahnya mendapatkan surat izin penerbitan sehingga terbatasnya kebebasan berpendapat dan terbatasnya jumlah media.

Dibanding saat ini katanya, tanpa disadari tantangan menjalani profesi wartawan terjadi perubahan besar. Dimana saat ini semua orang dengan mudahnya bisa menjadi wartawan. Sehingga sulit untuk dibedakan sebuah berita produk wartawan atau bukan, karena semua orang bisa menjadi wartawan.Inilah tantangan bagi wartawan profesional untuk melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Dirinya sepakat dan memandang perlu program PWI yang salah satunya untuk meningkatkan kualitas wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sehingga yang lulus UKW ini akan menjadi sebuah SIM (Surat Izin Meliput) bagi wartawan untuk menjalankan profesinya.

Dengan mengikuti UKW ini, wartawan akan tahu bagaimana cara bertanya dengan narasumber, bagaimana cara membuat berita dan chek and richek sebuah informasi sebelum ditulis menjadi sebuah berita.

“Sehingga berita yang disampaikan itu benar-benar produk jurnalistik. dan aman bagi wartawan. Sehingga wartawan tidak menyebarkan berita bohong dan tidak terkena jeratan undang-undang ITE,” ujarnya.

Deru berharap wartawan ini menjadikan profesi yang membanggakan, bukan hanya pribadi, tapi membanggakan bagi bangsa sendiri khususnya, provinsi, kabupaten dan kota.

Dia juga berharap, HPN dan HUT PWI ini untuk dijadikan momentum untuk intropeksi apa yang telah dilaksanakan selama ini, baik kekurangan maupun kelebihannya.

Sementara diketahui, HPN dan HUT PWI ke 75 yang berlangsung
di Kabupaten Banyuasin ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, dan sejumlah kepala daerah se Sumatera Selatan, ketua PWI Sesuamtera Selatan. Terkhusus Kabupaten Musi Rawas, Bupati Hj Ratna Machmud menghadiri langsung kegiatan tersebut.

Selain dilaksanakan perayaan HPN dan HUT PWI tahun 2021, juga dilaksanakan Pekan Olahraga Daerah (Porwada) PWI yang diikuti oleh atlit PWI se Sumatera Selatan.

Pada acara puncak perayaan, PWI Sumatera Selatan memberikan penghargaan kepada Sebelas Tokoh Pers di Sumatera Selatan tahun 2021.

Adapun nama – nama penerima award PWI Sumsel tahun 2021 yakni H Askolani (Bupati Banyuasin), kategori Peran Aktif Sebagai Kepala Daerah Peduli Kemajuan Pers Sumsel.

Kemudian SKK Migas Sumbagsel, kategori Peran Aktif Sebagai Institusi Peduli dan Berperan Aktif dalam Peningkatan Kualitas SDM Pers Sumsel. H Abu Sari (Anggota DPRD Sumsel), Peran Aktif Selaku Legislatif 202, Almarhum H Ismail Djalili, Peran Aktif Selaku Pelaku Pers Inspiratif dan H Asdit Abdullah, Peran Aktifnya Sebagai Pemimpin PWI.

Kemudian H Kurnati Abdullah, Peran Aktifnya Sebagai Pemimpin PWI, H Oktaf Riyadi, Peran Aktifnya Sebagai Pemimpin PWI, almarhum H Alwi Raden Pandita, Peran Aktif Selaku Pelaku Pers Inspiratif dan almarhum H Ahmad Saleh, Peran Aktif Selaku Pelaku Pers Inspiratif.

Selanjutnya almarhum H Amin Sarwoko, kategori Peran Aktif Selaku Pelaku Pers Inspiratif dan almarhum Syailana Aminy, sebagai peran Aktif Selaku Pelaku Pers Inspiratif.(fir/ik)

%d blogger menyukai ini: