Pengurus HMI Disomasi, Ketum HMI Lubuklinggau Nyatakan Bingung Dengan Sikap Pemkot

LUBUKLINGGAU – Ketua umum HMI cabang Lubuklinggau, Ganda Perdana mengaku bingung adanya somasi disampaikan Pemkot Lubuklinggau kepada salah satu pengurus HMI Lubuklinggau.

Apalagi somasi yang dikeluarkan Pemkot Lubuklinggau melalui penasehat hukum Pemkot Lubuklinggau 02/Som.TPKL/VI/2021/LLG
Kepada saudara Septian Aldera selaku ketua bidang partisipasi pembangunan daerah HMI cabang Lubuklinggau itu tentang statemennya di media online beberapa hari lalu.

“Memang statmen tersebut ditulis oleh saudara Septian Aldera, tetapi mengatasnamakan institusi HMI, nah apabila telah membawa nama institusi maka saudara Septian itu merupakan representasi dari HMI cabang Lubuklinggau,”katanya.

Dikatakannya, apa yang salah jika ada sebuah aspirasi atau bentuk menyampaikan sebuah pertanyaan di dalam negara demokrasi ini?
Bukankah itu hal yang sah-sah saja jika ada masyarakat yang menanyakan tentang kinerja dari pejabat publik selaku pemangku kebijakan?
Jika ada sebuah pertanyaan seharusnya secara proses demokrasi itu dijawab bukan diberikan somasi seperti ini.

Toh, pertanyaan dan penyampaian aspirasi yang diberikan oleh publik, apabila itu salah menurut pemerintah tinggal diklarifikasi oleh pemerintah itu sendiri.
Dan apabila itu adalah penyampaian yang salah bukan berarti langsung dituduh membenci pemerintah.
Mungkin ada sebuah informasi yang tidak sampai kepada masyarakat sehingga terjadilah refleksi dari itu semua.

Dalam negara yang demokrasi ini sangat banyak sudut pandang dari setiap orang, dan itu merupakan dinamika dan resiko dari sistem demokrasi yang ada.
Apalagi hak berbicara dan menyampaikan pendapat ini juga merupakan amanah dari konstitusi yang ada.

selagi negara ini tetap melaksanakan sistem demokrasi, selama itu juga perbedaan pendapat itu adalah hal yang wajar.

“Saya mempunyai prinsip, bahwa orang yg dipenjara itu adalah orang yang melakukan tindak kejahatan, bukan orang yg berbeda pendapat,” katanya.(rls/ik)

%d blogger menyukai ini: