Integritas dan konsitensi Pemkot Lubuklinggau dipertanyakan

LUBUKLINGGAU – Mengontrol segala kebijakan yang terjadi di Kota Lubuklinggau, mulai dari pembangunan hingga ke konteks yang lebih luas merupakan peranan dari setiap warga Kota Lubuklinggau, tak terkecuali mahasiswa.

Mengafirmasi keluhan masyarakat yang distatmetkan oleh salah satu organisasi mahasiswa beberapa hari lalu tentang infrastruktur jalan yang belum memadai di salah satu daerah di Kota Lubuklinggau, merupakan segelintir permasalahan dari sekian permasalahan yang ada.

Apalagi ini berbicara konteks janji politik yang akan dilakukan sebelum terpilihnya sebagai pemimpin di Kota Lubuklinggau.

Dari fenomena-fenomena yang terjadi sampai hari ini, ketua umum HMI cabang Lubuklinggau Ganda Pardana melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Septian Aldera angkat bicara.

Dikatakannya, jika kita kembali ke history masa pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2018 silam, tentu kita sama-sama mengetahui segala janji yang diberikan oleh setiap kandidat apabila terpilih nanti, tak terkecuali janji dari walikota dan wakil walikota Lubuklinggau saat ini.

“Kita sama-sama mengetahui 12 program kerja prioritas dari walikota dan wakil walikota Lubuklinggau di periode ini belum ada yang maksimal dan mungkin masih ada yg belum terealisasikan,” katanya.

Semisal tentang infrastruktur jalan, pendidikan, danau dan pantai, hingga taman olahraga setiap kecamatan hanya utopia belaka.
Padahal ini sudah masuk lebih dari setengah periodesasi nansuko jilid 2.

“Mari kita kaji secara lebih teliti, tentang pendidikan yg janjikan 12 tahun gratis dari mulai seragam hingga ke SPP yg gratis, fenomena yang terjadi hari ini, SPP dan seragam masih perlu untuk dibeli dan dibayar di sekolah-sekolah yang ada di Kota Lubuklinggau ini.
Ditambah lagi dengan program beasiswa untuk jenjang S1,S2, dan S3 untuk mahasiswa, sampai hari ini tidak ada buktinya, realita hari ini masih banyak mahasiswa yang putus perkuliahannya karena terhalang dengan biaya perkuliahan yang ada, lalu dimana letak beasiswa yg dijanjikan tersebut,” kata dia.

Kemudian disaat kita berbicara tentang danau dan pantai, tentu kita sama-sama mengetahui realita yang ada pada hari ini, sudah masuk ke-3 tahun masa jabatan, tapi program ini tak kunjung selesai bahkan tidak ada progres yang signifikan.

Dan jika berbicara taman-taman olahraga disetiap kecematan, maka dimana taman-taman olahraga yang telah direalisasikan tersebut?

Dari fenomena-fenomena dan realita yang ada pada hari ini, maka integritas dan konsitensi pemerintah Kota Lubuklinggau yang dipimpin oleh periode nansuko ini dipertanyakan.
Sehingga jika ini dianggap sepele maka paradigma-paradigma tentang janji palsu dalam kontestasi pilkada Lubuklinggau akan terus dijalankan.

“Apalagi jika bapak walikota dan wakil walikota Lubuklinggau saat ini memiliki niat untuk melanjutkan karir politik ke tahap yg lebih luas dari saat ini, tentu rekam jejak dan kinerja yang dilakukan saat ini merupakan standar etik untuk itu semua.
Jangan sampai dengan kinerja yang tidak maksimal saat ini justru memberikan krisis kepercayaan dari masyarakat untuk bapak walikota dan wakil walikota dalam melanjutkan Karir politik ke tahap yang lebih luas,” katanya.

Harapan nya dari berbagai saran yg diberikan ini, mendapatkan atensi yang serius dari pemerintah Kota Lubuklinggau untuk ditanggapi dan dibenahi.(rls/ik)

%d blogger menyukai ini: