Dua Tahun Dianggarkan Pemeliharaan, Jalan Q1 Wonorejo- Simpang Semambang Tak Kunjung Mulus

# Dinas PU BM dan Dishub Diminta Pro Aktif Awasi Jalan

MUSIRAWAS – Kondisi jalan poros dari Q1 Wonorejo Kecamatan Tugumulyo – Simpang Semambang Kecamatan Tuah Negeri belum mulus seperti yang diharapkan, meskipun pemeliharaan jalan tersebut telah dianggarkan dua tahun berturut – turut.

Pantauan wartawan, dari Simpang Q1 Wonorejo hingga Simpang Semambang, puluhan titik badan jalan kondisinya berlubang. Tak jarang pengendara yang melintas khususnya roda dua mengalami kecelakaan karena terjebak lubang yang mengangga.

“Setahu Saya sudah dua kali dianggarkan pemeliharaan jalan dari Simpang Q1 Wonorejo ke Simpang Semambang ini. Tahun 2020 lalu sebesar Rp 772 juta lebih, dan pada 2021 ini dianggarkan lagi sebesar Rp 1,5 miliar lebih,” kata Agus salah seorang pengendara yang melintas, Minggu (22/5).

Dirinya berharap kepada Pemkab Musi Rawas melalui Dinas PU Bina Marga agar betul – betul maksimal melakukan pengawasan terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek pemeliharaan, serta perencanaan titik jalan yang akan dilakukan pemeliharaan, agar hasilnya benar – benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya pengendara pengguna jalan.

“Kalau begini kondisinya, percuma saja dianggarkan pemeliharaan jalan jika kondisi jalan yang rusak dan sangat urgen untuk diperbaiki tetapi tidak diperbaiki, terkesan proyek jalan hanya jadi ajang bancakan,” kata dia.

Artinya jelas dia, sama saja instansi terkait tidak mendukung salah satu program Musi Rawas MANTAB yakni seluruh jalan di Musi Rawas mulus. Padahal jalan Q1 Wonorejo – Simpang Semambang, merupakan jalan poros milik kabupaten penghubung antar desa dan kecamatan.

Selain pemeliharaan yang tidak maksimal, kerusakan jalan juga disebabkan karena aktifitas kendaraan bertonase besar yang sering melintas menggunakan jalan tersebut.

Redi salah seorang pengendara mengatakan, selain kegiatan pemeliharaan harus maksimal dari Dinas PU Bina Marga, dirinya juga berharap kepada Dinas Perhubungan agar melakukan pengawasan atau patroli terhadap pengguna jalan supaya kendaraan bertonase besar yang melebihi 5 ton dilarang melintas sehingga kekuatan jalan dapat bertahan lama.

Sementara itu untuk menghindari kecelakaan, warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri memberi tanda jalan yang rusak menggunakan kursi plastik.

Kepala Dinas PU Bina Marga H Azhari melalui PPTK kegiatan pemeliharaan jalan Q1 Tambah Asri -Sp Semambang tahun anggaran 2021, Eko belum lama ini menyampaikan kegiatan pemeliharaan jalan tersebut dihentikan karena adanya refocusing.

“Pelaksanaannya Kami stop dulu, karena anggarannya di refocusing. Kami akan menghitung dulu sudah berapa persen yang telah dikerjakan kontraktor,” katanya sembari menjelaskan bahwa hanya 46 persen dari nilai kontrak yang bisa dibayar dari pekerjaan proyek tersebut.

Dia juga mengatakan, untuk papan merek kegiatan yang menerangkan bahwa dana pengerjaan proyek tersebut sebesar Rp 1.576.000.000 akan diubah sesuai jumlah yang dikerjakan, agar tidak menimbulkan asumsi negatif dan pertanyaan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas Firdaus Cik Olah saat diminta tanggapan fungsi legislatif sebagai pengawasan menyatakan, polemik seperti ini pernah disampaikan pihaknya saat rapat komisi 4 bersama dinas PU BM Musi Rawas. Dimana DPRD meminta agar Dinas PU BM membangun jalan sesuai kebutuhan berat beban yang dilalui kendaraan.Artinya, pembangunan jalan harus sesuai kebutuhan kendaraan yang menggunakan jalan tersebut.

“Seperti jalan ini, tidak selayaknya lagi berkemampuan 5 ton dan seharusnya lebih dari itu,” kata ketua Partai Golkar Musi Rawas ini.

Firdaus juga menjelaskan pihaknya optimis sesuai dengan visi misi bupati yang tergambar dalam program prioritas jalan mulus dapat terealisasi. Artinya lanjut dia, infrastruktur jalan menjadi perhatian serius.

“Kami selaku wakil rakyat mendukung program tersebut dan akan ikut mengawasi lansung sesuai visi misi bupati,” katanya.(fir/ik)

%d blogger menyukai ini: