PERMAHI Lubuklinggau Kecam Aksi Premanisme Terhadap Komisioner KPU Muratara

LUBUKLINGGAU – PERMAHI Lubuklinggau mengecam aksi premanisme dilakukan sejumlah oknum terhadap Handoko komisioner KPU Musi Rawas Utara yang terjadi, 10 Mei 2021 beberapa hari lalu.

Selain itu PERMAHI juga mendesak aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dan otak pelaku atas insiden pengeroyokan tersebut.

Ketua Biro Advokasi dan Lingkungan Hidup Permahi Cabang Lubuklinggau Yudhistiaranda Pratama mengatakan, peristiwa ini akan menjadi preseden buruk bagi penegak hukum di Musi Rawas Utara apabila tidak ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian, oleh karena itu pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini.

Bahwa aksi tindak pidana penganiayaan yang diatur dalam Pasal 351 KUHP berbunyi penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, dan tindak pidana pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 170 KUHP, barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, dan ini bukan merupakan delik aduan.

Sangat disayangkan bahwa tempat terjadinya tindak pidana penganiayaan dan tindak pidana pengeroyokan ini terjadi didalam ruang lingkup pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara yang dimana seharusnya SOP pengamanan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat membuktikan bahwa tim keamanan Pemkab Muratara tidak berjalan dengan baik.

“Kami juga minta pihak kepolisian segera dapat memproses tindak pidana penganiayaan dan tindak pidana pengeroyokan dapat berjalan sesuai aturan hukum berlaku,” katanya.

Pihaknya akan terus mengawal kasus pengeroyokan ini agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“,Jangan sampai kasus seperti ini juga dapat menimpah orang lain dan siapapun pelakunya harus bertanggung jawab” ucapnya.(rls/ik)

%d blogger menyukai ini: