Proyek Jargas Dikeluhkan, Firdaus Cik Olah Harapkan Masyarakat Mengadu

Proyek Jargas Dikeluhkan, Firdaus Cik Olah Harapkan Masyarakat Mengadu

MUSIRAWAS – Masyarakat Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas menyesalkan pengerjaan proyek nasional pemasangan jaringan gas (Jargas) yang dikerjakan PT Hutama Karya (HK).

Pasalnya pengerjaan proyek menelan anggaran Ratusan Miliar Rupiah ini tak sesuai harapan.

Diantaranya tidak dilakukan perbaikan terhadap sejumlah pekarangan rumah warga yang rusak akibat adanya galian pipa jargas tersebut.

Padahal sebelumnya, informasi diterima masyarakat setiap ada kerusakan akibat pemasangan jargas ini akan dilakukan perbaikan, termasuk menutup kembali bekas galian pipa menggunakan cor semen.

“Sebagian rumah yang sudah dialiri jargas memang sudah beroperasi. Namun sayangnya, pihak pelaksana tidak menepati janji untuk memperbaiki kembali bekas galian yang rusak.Galian hanya ditimbun menggunakan tanah, bahkan ada yang tidak di timbun sama sekali,” kata Firman, warga Desa Leban Jaya, Jum’at (6/3).

Dirinya meminta kepada pihak pelaksana menepati janjinya untuk segera memperbaiki kembali halaman rumah warga yang rusak agar tidak menimbulkan kerugian terhadap masyarakat.

” Jika tidak diperbaiki, artinya proyek ini merugikan masyarakat. Jika merugikan masyarakat, bearti manfaatnya tidak maksimal, dan hanya menguntungkan pihak pelaksana saja,” tuturnya.

Dia meminta kepada pemerintah Kabupaten Musi Rawas melakukan pemantauan terhadap pengerjaan proyek ini, meskipun proyek ini merupakan proyek nasional.

“Pemerintah Kabupaten Musi Rawas harus tahu dan ikut andil dalam pengawasan proyek ini, karena peruntukannya untuk masyarakat Musi Rawas,” harapnya.

Sementara wakil ketua I DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Olah saat diminta tanggapannya terkait persoalan ini mengatakan, jika memang benar akibat dari pengerjaan proyek tersebut menimbulkan kerugian masyarakat karena pekarangan rumah atau fasilitas umum rusak, pihak perusahaan harus segera memperbaiki.

Dia juga mengimbau pihak – pihak terkait dalam proyek ini dapat mengawasi pelaksanaannya agar hal seperti ini jangan sampai terjadi.

“Perusakan lingkungan saja tidak boleh apalagi sampai merusak pekarangan rumah masyarakat,” katanya.

Firdaus juga berharap kepada masyarakat agar segera membuat pengaduan ke Pemkab Musi Rawas dan juga DPRD Musi Rawas, agar permasalahan ini dapat diselesaikan serta tahu titik permasalahan sebenarnya.

Penangung jawab pelaksana proyek Jargas PT Hutama Karya, Erwin saat dimintai tanggapan terkait persoalan ini tidak memberikan jawaban apapun.(Ags/IK)

%d blogger menyukai ini: