BLT DD Warga Trijaya Tidak Lenyap, Tapi Salah Membaca Print Out

MUSIRAWAS – Dana BLT DD warga Desa SP 8 Trijaya Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas ternyata tidak lenyap apalagi ditilap oleh oknum.

Informasi ini terungkap setelah dilakukan croscek ke pihak Bank BRI unit Cecar sebagai penyalur dana BLT DD Desa Trijaya, Senin (16/8).

Kepala Desa Trijaya Ruslan Hasbullah mengatakan, setelah dilakukan croscek, ternyata transaksi tanggal 17 Juli 2021 yang dianggap warga sebagai pencairan dana BLT DD ternyata tidak benar, tetapi kesalahan warga membaca print out buku tabungan.

“Hasil penjelasan Bank BRI unit Cecar, bahwa print out transaksi tanggal 17 Juli 2021 tertera di buku tabungan dan dianggap warga sebagai pencairan dana BLT DD itu tidak benar. Yang benar, yang tertera di buku tabungan warga tanggal 17 Juli itu adalah akumulasi transaksi selama Tiga bulan terakhir yang tidak tercetak secara rinci di buku tabungan, namun warga salah membaca print out tersebut dan dianggapnya sebagai pencairan dana BLT DD,” kata dia.

Dikatakan Ruslan, warga yang mengaku tidak menerima dana BLT DD lantaran menduga dananya hilang di buku tabungan tersebut, sebenarnya memang pada 2021 ini tidak lagi tercatat sebagai penerima manfaat dana BLT DD.

Hal ini jelas Ruslan, berdasarkan hasil keputusan musyawarah desa (Musdes) bagi warga yang telah mendapat bantuan sosial lainnya selain BLT DD, maka tidak berhak lagi mendapatkan BLT DD.

Berpatokan dengan hasil Musdes inilah, maka warga penerima BLT DD yang selama ini pada 2020 tercatat sebanyak 137 KK, namun pada 2021 ini hanya 25 KK.

Ruslan menjelaskan, dirinya memaklumi perilaku dan kesalahan masyarakatnya terkait masalah BLT DD ini, dan tidak akan membawa persoalan ini ke ranah hukum apalagi sampai dendam terhadap warganya sendiri.

” Saya memakluminya, karena bagaimanapun perilaku mereka, mereka adalah masyarakat kita,” jelasnya.

Sementara itu Kapolsek BTS Ulu AKP Hendri Agus membenarkan bahwa persoalan BLT DD di Desa Trijaya, hanya kesalahapahaman dalam membaca print out buku tabungan.

” Benar, ada kesalahan membaca print out buku tabungan, tadi sudah kita panggil kades, masyarakat dan pihak Bank penyalur,” jelasnya.(ik)

penulis : Firmansyah Anwar

%d blogger menyukai ini: