Rehabilitasi Irigasi DI Kelingi Tanpa Diiringi Penertiban akan Sia-Sia

Sekretaris Disnakan Mura, Tohirin

MUSIRAWAS – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII akan merehabilitasi irigasi DI Kelingi yang dimulai September 2021 mendatang.

Adanya rehabilitasi ini sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan air, mengingat Kabupaten Musi Rawas merupakan lumbung pangan nomor 4 tingkat provinsi.

Dengan dilakukan rehabilitasi menggunakan anggaran sangat besar ini, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani sawah, dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani yang selama ini kesulitan mendapatkan air.

Sekretaris Disnakan Musi Rawas, Tohirin ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (13/7) mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya balai besar melakukan rehabilitasi irigasi tersebut.

Namun harap dia, rehabilitasi ini harus juga diiringi dengan penertiban terhadap pengguna air yang tidak sesuai aturan, terutama pemilik kolam air deras yang disinyalir menyodet air dari saluran primer irigasi.

” Saya sangat mendukung rehabilitasi irigasi ini, silahkan dilakukan rehab. Tapi hendaknya diiringi juga dengan segera membentuk tim melibatkan aparat untuk melakukan penertiban terhadap pengguna air yang menyalahi aturan, terutama pemilik kolam yang menyodet air dari saluran primer irigasi. Jika ini ( penertiban,red) tidak dilakukan, rehabilitasi akan percuma saja,” kata dia.

Seperti pengalaman rehabilitasi 2012 lalu jelas Tohirin, selesai dilakukan rehabilitasi, tapi petani sawah yang berada di bagian ujung Tugumulyo, Purwodadi dan Sumberharta malah tidak kebagian air.

“Kita sangat bersukur dianugerahkan alam yang luas, sehingga memungkinkan bertanam padi secara luas guna menyuplai beras ke daerah tetangga seperti Kota Lubuklinggau, Provinsi Bengkulu dan Jambi. Kita juga harus bangga dan mempertahankan penobatan sebagai daerah lumbung pangan peringkat 4 tingkat Provinsi ,” katanya.

Terkait rencana kompensasi bagi petani sawah yang terkena imbas pengeringan irigasi karena adanya rehabilitasi tersebut kata Tohirin, saat ini sudah terdata 7 ribu hektar.

“Namun dari data tersebut akan diseleksi. Artinya bagi petani yang masih bisa menanam padi akan tetap menanam padi,” katanya.

Sementara itu aktivis Peduli Petani Musi Rawas Pendi menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan aksi ke Pemkab dan DPRD Musi Rawas.

Tujuan aksi ini untuk mendesak Pemkab Musi Rawas segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) penertiban pengguna air yang tidak sesuai aturan dengan melibatkan aparat penegak hukum.

Pendi juga mendesak pihak rekanan untuk tidak “bermain mata” dengan pemilik kolam air deras yang menyalahi aturan.

” Dengan dilakukan penertiban ini, maka fungsi adanya irigasi DI Kelingi ini benar – benar prioritasnya untuk petani sawah,” kata dia.(ik)

%d blogger menyukai ini: