Dikonfirmasi Dugaan “Semraut” Sistem Pencairan PIP, Kepsek SDN 1 Suban Jaya Bungkam

MUSIRAWAS – Oknum Kepala Sekolah SDN 1 Suban Jaya Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas bungkam saat dikonfirmasi semrautnya sistem pencairan Program Indonesia Pintar ( PIP ) di sekolah yang dia pimpin.

Padahal sebelumnya sejumlah wali murid mendesak Dinas Pendidikan Musi Rawas agar memanggil oknum kepala sekolah tersebut, terkait penyaluran dana beasiswa Program Indonesia Pintar ( PIP) yang diduga tidak transparan.

Desakan ini disampaikan walimurid beberapa waktu lalu.

Menurut sejumlah wali murid menerangkan, bahwa dari sejak tahun 2017 anak mereka terdaftar sebagai penerima manfaat PIP, namun ada sejumlah penerima manfaat baru menerima pada tahun 2020. Artinya sejak 2017, dana tersebut bisa jadi diduga ditilep pihak sekolah.

Seperti dijelaskan Sulastri istri dari Tisno, bahwa anaknya bernama Muhammad Irvan Aly tercatat sebagai penerima PIP sejak 2018 lalu. Namun oleh pihak sekolah buku tabungan beserta ATM baru diberikan pada 2020. Lalu dirinya mengecek buku tabungan tersebut ke Bank penyalur PIP, namun dirinya terkejut karena penjelasan dari pihak bank bahwa dananya sudah tidak ada lagi alias sudah diambil oleh oknum sejak 2018 lalu. Sayangnya pihak bank tidak mau mengeprint bukti uang tersebut telah diambil dan menyarankan agar wali murid mengonfirmasikan ke pihak sekolah.

Kemudian lanjut dia, dirinya diundang ke sekolah oleh salah seorang guru yang menjelaskan bahwa dana PIP untuk anaknya sudah cair.

“Berdasarkan undangan salah seorang guru tersebut, aku datang ke sekolah dan menanyakan dana PIP itu . Awalnya, oleh salah seorang guru lainnya mengatakan bahwa anak ku tidak dapat program PIP,” katanya.

Dikatakan Sulastri, dari sejak 2018 anaknya tercatat sebagai penerima PIP, baru di bulan Maret 2021 dirinya menerima dana PIP sebesar Rp 900 ribu diserahkan langsung oleh pihak sekolah. Menurut pihak sekolah dana Rp 900 ribu tersebut termasuk untuk alokasi tahun lalu.

“Artinya, aku hanya menerima alokasi PIP hanya dua tahun yang semestinya diterima Tiga tahun,” kata dia.

Dirinya meminta kejelasan dari Dinas Pendidikan, apakah sistem pencairan dana PIP memang seperti itu, ataukah hanya akal-akalan pihak sekolah saja.

Sementara itu Wali murid lainnya Sukamto mengatakan bahwa anaknya bernama Prangki Japriansyah tercatat sebagai penerima PIP sejak 2017 namun pada 2018 dan 2019 dirinya tidak menerima dana tersebut.

“Anak aku pada tahun 2017 lalu dapat Rp 450 ribu dan mengambil langsung dari pihak sekolah, itupun diminta sukarela oleh kepala sekolah dan saya kasih saja sebesar Rp 30 ribu,” katanya.

Kemudian lnjut dia, untuk tahun 2018 dan 2019 dirinya berinisiatif mengambil sendiri ke pihak Bank BRI, namun setelah di cek dananya tidak pernah masuk alias kosong dan baru tahun 2020 dananya ada sebesar Rp 900 ribu.

“Waktu itu ( bulan Juni tahun 2020), kan wali murid geruh ngomongin dana PIP cair, lalu kami rami-rami ke Bank BRI Muara Beliti, dan setelah di cek dananya memang ada sebesar Rp 900 ribu,” katanya.

Dilanjutkan Sukamto, dirinya menyayangkan sikap pihak sekolah yang tidak transparan terkait penyaluran PIP ini, serta kemana diduga raibnya dana PIP untuk tahun 2018 dan 2019.

” Kami tidak pernah tahu kapan dana PIP ini cair, karena pihak sekolah tidak pernah memberitahu kapan dana tersebut cair.Kami ingin mengambil sendiri ke Bank karena tidak mau diminta Sukarela oleh kepala sekolah,” katanya sembari menjelaskan bahwa kepala sekolah pernah mengatakan bahwa dana PIP ini kalau kepala sekolah tidak mengurusnya tidak akan cair.

Lain lagi dialami Wali murid lainnya yang meminta namanya tidak disebutkan. Dikatakannya, anaknya menerima dana PIP tersebut sejak 2017 lalu. Tapi anehnya, pencairan pada 2017 lalu dirinya tidak menerimanya, padahal pada print out pihak Bank di 2017 lalu semestinya telah menerima sebesar Rp 450 ribu.

“Di 2017 lalu saya tidak menerima dana tersebut, padahal di print out pada buku tabungan tertera uangnya ada Rp 450 ribu. Untuk tahun- tahun berikutnya 2018 sampai 2020 kami menerimanya utuh,” katanya sembari mengatakan bahwa untuk 2021 ini dana tersebut belum cair.

Namun sayangnya, oknum kepala sekolah saat dikonfirmasi wartawan inilahkito.com, Selasa (1/6), tidak memberikan jawaban apapun alias bungkam.

Sementara Operator PIP Kabupaten Musi Rawas Apriyadi dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah tersebut.

” Kepsek sudah sy panggil, tapi Dio beralasan Dana sudah dikasih Galo ke siswa Berikut buku dan atmnyo,” kata Apri.

Menurut Apriyadi, buku tabungan murid yang masih dipegang kepala sekolah sebanyak 17 buku yang diproses kepala sekolah. (Ik)

%d blogger menyukai ini: