Kena Tipu, Konsumen PT BNS Bongkar Material Perumahan dan Tagih DP Dikembalikan

LUBUKLINGGAU – Nopri Irawansyah mengaku ditipu oleh perusahaan properti PT Buraq Nur Syariah ( BNS) yang beroperasi di Kota Lubuklinggau.

Selain membatalkan pembelian satu unit rumah yang terletak di Lubuk Kupang Kota Lubuklinggau, Nopri meminta pihak perusahaan mengembalikan uang DP sebesar Rp 19 juta yang sebelumnya telah disetor kepada PT BNS tersebut.

Bukan itu saja, akibat dugaan penipuan dilakukan perusahaan berkedok label tanpa riba ini, Kamis (14/01), Nopri membongkar kusen jendela, pintu serta lubang angin yang telah terpasang di perumahan yang dibelinya di PT BNS tersebut.

Diceritakan Nopri, dirinya ikut-ikutan membeli perumahan di PT BNS ini karena tergiur promosi pembelian rumah kridit tanpa riba, tanpa sita serta dijanjikan berbagai perabot rumah tangga.

“Karena tergiur oleh promosi awal dilakukan PT BNS, Saya pun menyerahkan uang DP sebesar Rp 19 juta,” katanya.

Setelah dirinya menyerahkan DP jelas Nopri, awalnya pihak PT BNS langsung membangun rumah yang dia beli sampai pada pemasangan bata.

“Tapi karena material kusen digunakan bukan kayu berkelas, Saya meminta kepada pihak perusahaan agar mengganti dengan kayu berkelas jenis kulim menggunakan uang Saya pribadi,” jelas Nopri.

Setelah kusen pintu dan jendela serta lubang angin dipasang menggunakan uang pribadi, pihak perusahaan merubah perjanjian awal. Dirinya pun diminta untuk mengajukan KPR.

” Setelah pihak PT BNS merubah perjanjian, Saya langsung meminta untuk dilakukan pembatalan dan meminta uang DP kembali serta meminta kusen yang telah terpasang diselesaikan secara musyawarah,” kata dia.

Awalnya pihak perusahaan meminta kusen yang telah terpasang agar tidak dibongkar, dan bersedia menggantinya dengan nilai uang sebesar Rp 4,7 juta.

” Namun hingga batas waktu yang ditentukan sendiri oleh pihak perusahaan, tidak juga mengembalikan. Malahan setiap kali ditelepon, HP buk Prita Wulan Kencana yang bertanggung jawab pada perusahaan PT BNS tersebut tidak aktif lagi,” jelas Nopri.

Sementara untuk pengembalian DP kata Nopri, sesuai perjanjian akan dikembalikan paling lambat pada 21 Februari bulan depan.

“Saya masih menunggu sampai batas waktu yang telah dijanjikan sendiri oleh PT BNS untuk mengembalikan uang DP tersebut. Jika tidak juga ditepati, Saya akan melaporkan kasus ini kepihak berwenang, serta memohon kepada BPSK Kota Lubuklinggau untuk mengawal penyelesaian kasus dugaan penipuan dilakukan pelaku usaha PT BNS ini,” pungkasnya.(fr/inilahkito)

%d blogger menyukai ini: